Bismillah, minggu yang cerah.
Hari minggu, harinya olahraga. Seperti biasa tempat yang kutuju adalah GOR Saparua di bilangan jl.ambon. Setelah beberapa putaran jogging, lumayan buat mengurangi beberapa gram lemak dalam tubuh. Sambil istirahat di samping arena jogging, mataku menyapu satu persatu kegiatan yang ada disana. Ada satu kegiatan yang sangat menarik, sehingga pandanganku terpaku pada mereka. Dua orang sedang asik beraksi di arena latihan parkour, seorang ayah dan putranya yang masih mungil. Bocah cilik itu terlihat asik memanjat balok-balok untuk latihan parkour, meski kesulitan namun senyum selalu mengembang di wajahnya. Tidak sedikitpun rasa takut tergambar di matanya, dengan cakap dia naik, lompat, bahkan melakukan salto.
Kalian pasti membayangkan bagaimana anak sekecil itu bisa melakukan semua hal tersebut, tentu saja dengan bantuan ayahnya hehe. Sang ayah yang mendorongnya untuk naik, menangkapnya saat melompat, dan menjadi tumpuannya saat bersalto.
Subhanallah, kadang orang tua sangsi akan kemampuan anaknya, dan selalu menganggap anaknya hanya anak kecil yang tak bisa apa-apa. Tapi sang ayah tersebut senantiasa mendukung kegemaran anaknya (mungkin yang suka manjat manjat), membesarkan hatinya, bahkan bila mampu mengajarinya. Mungkin bocah cilik itu akan jadi atlit parkour yang keren.
Seorang anak bisa saja melakukan kesalahan ketika berbuat atau menentukan pilihan hidupnya, namun dia tidak akan takut untuk memperbaiki dan mencoba lagi bila ia tahu bahwa ada orangtua yang selalu mendukungnya. Setiap anak memiliki bakatnya, dan tugas orang tua hanya mengawal anaknya menemukan bakatnya tersebut. Melihat ayah dan anak itu tanpa sadar senyum mengembang di bibirku, seneng, jadi berasa ngeliatin anak sendiri hehehe (maunya).
Terakhir, aku ingin bisa jadi orang tua yang baik untuk anak-anakku, teman bercerita, berpetualang, tempat berkeluh kesah, cari jalan keluar, dan tempat mereka kembali dikala mereka butuh dukungan.
Mengajari dan membentuk jiwa mereka jadi jiwa yang tangguh, dan bila mengalami masa sulit akan aku katakan " tenang nak ada Allah, dan kami yang mendukungmu."


1 komentar:
tebang ada ayah. Keluarga memang pembentuk karakter anak, terutama bunda, dan ayah. Nice blog.
intip blog saya :
sigit-tronik.blogspot.com
sigitmaridi.blogspot.com
infoladangduit.blogspot.com
Posting Komentar
silahkan pilih id sebelum berkomentar, usahakan jangan pake anonim yah ^^