Puree Mind

pure's mind content

Halo Halo Hai...
Nama saya Purwanti, saya seorang apoteker. Event kelas inspirasi Bandung 6 ini adalah kali pertama saya mengikuti kelas inspirasi.
Ada rasa bersemangat, deg-degan dan agak takut materi yang saya sampaikan kurang maksimal. Penyampaian yang menarik jadi hal yang mutlak harus saya lakukan, karena profesi saya terbilang kurang populer juga di telinga masyarakat. Apoteker, apa yah masyarakat biasa menyebutnya??
Saya putuskan untuk membuat sebuah alat bantu ajar, dibuat dari buku gambar ukuran A3. Buku itu berisi beberapa gambar yang bisa menjelaskan tentang siapa itu apoteker.
Halaman pertama berisi gambar seorang anak yang sakit, karena bidang pekerjaan saya adalah kesehatan. Ku lempar pertanyaan tentang "siapa yang pernah sakit" mereka langsung bersemangat menceritakan kisah sakit mereka, dari sakit demam sampai pengalaman mereka di vaksin difteri beberapa hari sebelumnya.

Halaman kedua berisi gambar  macam-macam obat, ternyata mereka sudah mengenali bentuk itu. "Itu obat Bu guru " ujar seorang anak. Obat yang paling dikenal di kelas satu adalah sebuah merek obat demam dengan rasa jeruk, beda lagi untuk kelas 3 dan 4 mereka sudah tau parasetamol (ya,, obat penurun panas juga), kalo di kelas 6 mereka bahkan sudah mengenal istilah obat penurun panas, atau analgetik ( wah pintar-pintar ternyata mereka).

Selain mengenalkan tentang profesi apoteker, saya juga menyampaikan beberapa materi motivasi, agar mereka rajin belajar dan bersemangat meraih cita-citanya.
Selain mengisi materi, saya harus sering sering melakukan ice breaking karena fokus mereka hanya bertahan beberapa menit saja. Susah - susah gampang. Super salut untuk para pengajar, yang setiap hari bisa tenang menghadapi mereka.

Dari kelas inspirasi ini memberi saya pengalaman berinteraksi dengan anak-anak, dan belajar mengenali tingkah laku mereka.
Dari kelas inspirasi ini, saya mencicipi sedikit pengalaman para pengajar.
Dari kelas inspirasi ini, banyak inspirasi yang saya dapatkan, baik dari para guru, rekan relawan dan murid-murid yang polos itu.
"Berhenti mengeluh tidaklah cukup. Berkata-kata indah dengan penuh semangat juga tidak akan pernah cukup. Mari kita nyalakan lilin untuk Indonesia". ( Kelas inspirasi)

Semoga akan lebih banyak lagi pemuda Indonesia yang mau menyalakan lilin untuk Indonesia.





Dikala rasa mulai berkembang pesat, hampir berbunga. Tapi musim semi itu tak kunjung datang karena tertiup kenyataan bahwa kami hanya berteman. "Hanya teman".

Ah.. kukira aku istimewa, karena disisinya ku merasa nyaman, ku merasa jadi pribadi yang lebih baik, Atau mungkin aku lupa... Bukan jadi lebih baik, lebih tepatnya berusaha terlihat baik.

Ritme obrolan yg nyaman hanya obrolan kosong yang tak bermakna, tak ada visi misi kami kedepan, tak ada tujuan untuk sama-sama jadi hamba yg lebih bertakwa, tak ada cita-cita untuk terus bersama menuju Jannah-Nya.
Ah... Ternyata ini yang terlupa.

Bahwa seseorang yang sudah klop, belum tentu yang terbaik untuk jadi belahan jiwa, atau sandaran hati dalam mengarungi kehidupan ini.

Teringat kembali sebuah potongan ayat di surat Al Baqarah " boleh jadi kamu membenci sesuatu tapi hal itu baik untukmu, dan boleh jadi kamu mencintai sesuatu tapi hal itu buruk untukmu."
yang baik menurutmu belum tentu baik disisi Allah,  yang yang menurutmu buruk belum tentu buruk menurut Allah. 

Bisa jadi ini adalah baris - baris doa yang sering ku panjatkan. Aku meminta yang terbaik untukku dan kamu pergi, berarti kamu bukan yang terbaik untukku.

Wallahu'alam.

Bismillah,

Menyempurnakan separuh agama,  topik yang sedang ramai diperbincangkan,  juga topik yang sangat menjual untuk tema-tema seminar.  Entah sejak kapan,  seingat saya sejak bokming sebuah buku bertajuk "udah putusin aja. " yang saya rasakan muncul trend nikah muda. 

Sekarang pacaran tak lagi keren, yang keren itu pacaran sesudah nikah (biar makin romantis dan halal). Maka kaum muda berbondong-bondong menghalalkan dambaan hatinya. 
Berbedalah dengan diriku yang memang nggak punya pacar,  a.k.a singlelillah.  Menyempurnakan separuh agama,  baru jadi sebuah wacana.

Beberapa cv ta'aruf sempat dilayangkan ke beberapa tempat,  tapi tak kunjung ada panggilan 
wawancara (hehe...  Udah kaya lamaran kerja aja). 

Tapi beberapa hari kemarin saya sadar,  Menyempurnakan separuh agama mungkin istilah untuk orang-orang yg sudah punya modal separuhnya.  Mana mungkin beristilah 'menyempurnakan' separuhnya bila yg separuhnya lagi belum ada.  Maka,  saya kembali bertanya pada diri saya,  bagaimana ya keadaan separuh agama saya?  Sudah adakah,  sudah baik kah,  hingga hanya perlu disempurnakan yg separuhnya lagi. Jangan - jangan modalnya saja belum ada. 

Istilah menyempurnakan bisa disebut finishing mungkin,  hanya dilakukan pada suatu hal yang sudah ada,  di proses dan tinggal disempurnakan saja.  Maka,  momen sendiri ini akhirnya harus banyak dipakai untuk berkaca.  Berkaca tentang bagaimana keadaan separuh agama yg saya punya.  Sudahkah waktunya disempurnakan,  atau masih ada yang harus diperbaiki,  atau justru harus mulai dibangun dari nol.

"Wakholaqna kum azwaja - telah Kuciptakan kalian berpasang-pasangan". janji Allah itu pasti, maka dia pasti datang untuk menyempurnakan separuh agamaku,  jika sudah saatnya.

Dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu,  ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
إِذَا تَزَوَّجَ العَبْدُ فَقَدْ كَمَّلَ نَصْفَ الدِّيْنِ ، فَلْيَتَّقِ اللهَ فِي النِّصْفِ البَاقِي
Jika seseorang menikah, maka ia telah menyempurnakan separuh agamanya. Karenanya, bertakwalah pada Allah pada separuh yang lainnya.” (HR. Al Baihaqi dalam Syu’abul Iman. Dishahihkan oleh Syaikh Al Albani dalam As Silsilah Ash Shahihah no. 625)

Pun seseorang yang telah berhasil menyempurnakan separuh agamanya dengan menikah harus berusaha bertakwa pada yang separuhnya lagi. Maka jika belum tiba waktunya menyempurnakan separuh agama dengan menikah, kita bisa lebih dulu bertakwa pada yang separuhnya.

Wallahu'alam.

About this blog

Pages

yang udah intip blog ini

Diberdayakan oleh Blogger.

Followers

About Me

Foto Saya
purwanti
Fresh graduate apoteker yang sedang berjuang untuk istiqomah, bercita-cita masuk surga, masih berjuang jadi manusia yang berguna dan selalu lebih baik dari hari kemarin, senang mencoba hal baru.kegiatan ngeblog sebagai sarana berbagi ilmu juga sebagai sarana belajar .suka membaca dan cinta indonesia ^^
Lihat profil lengkapku

kontak

Cari Blog Ini