Dikala rasa mulai berkembang pesat, hampir berbunga. Tapi musim semi itu tak kunjung datang karena tertiup kenyataan bahwa kami hanya berteman. "Hanya teman".
Ah.. kukira aku istimewa, karena disisinya ku merasa nyaman, ku merasa jadi pribadi yang lebih baik, Atau mungkin aku lupa... Bukan jadi lebih baik, lebih tepatnya berusaha terlihat baik.
Ritme obrolan yg nyaman hanya obrolan kosong yang tak bermakna, tak ada visi misi kami kedepan, tak ada tujuan untuk sama-sama jadi hamba yg lebih bertakwa, tak ada cita-cita untuk terus bersama menuju Jannah-Nya.
Ah... Ternyata ini yang terlupa.
Bahwa seseorang yang sudah klop, belum tentu yang terbaik untuk jadi belahan jiwa, atau sandaran hati dalam mengarungi kehidupan ini.
Teringat kembali sebuah potongan ayat di surat Al Baqarah " boleh jadi kamu membenci sesuatu tapi hal itu baik untukmu, dan boleh jadi kamu mencintai sesuatu tapi hal itu buruk untukmu."
yang baik menurutmu belum tentu baik disisi Allah, yang yang menurutmu buruk belum tentu buruk menurut Allah.
Bisa jadi ini adalah baris - baris doa yang sering ku panjatkan. Aku meminta yang terbaik untukku dan kamu pergi, berarti kamu bukan yang terbaik untukku.
Wallahu'alam.

0 komentar:
Posting Komentar
silahkan pilih id sebelum berkomentar, usahakan jangan pake anonim yah ^^