Pendakian ke-3 terlaksana dengan rencana Allah SWT. Rencananya aku mau mendaki bersama teman-teman apoteker, namun satu persatu membatalkan rencananya. Tinggal aku sendiri yang tetap teguh dengan rencana pendakian, yang awalnya mau ke papandayan sampai akhirnya tujuan menjadi ke gunung cikuray.
Untukku pendakian ke cikuray ini memberi pelajaran yang sama serunya seperti pendakian-pendakian sebelumnya. Pendakian kali ini dilakukan bersama 2 orang guide dari @AhadTrekMate dan 2 orang adik yang luar biasa semangatnya buat mendaki gunung, jadi kelompok pendakian cikuray terdiri dari 5 personil. Salah satu hal yang menyenangkan ketika melakukan pendakian, yaitu nambah temen.
Pendakian bersama @AhadTrekMate dimulai dari meeting point di Jatinganor, awalnya kita harus kumpul jam 1.00, tapi karena beberapa kendala kami baru bisa berangkat sekitar pukul 2.30 menggunakan motor. Kami sampai di pos pemancar sekitar pukul 5.00. Oh iya, gunung cikuray ini berada di wilayah garut, bisa didaki dengan 2 jalur pendakian yaitu jalur bayongbong lewat cikajang dan jalur pos pemancar lewat cilawu. Kami memakai jalur pendakian lewat cilawu. Sesampainya di pos pemancar, kami memarkir motor, mengurus simaksi dan membayar Rp. 15.000, dilanjutkan shalat subuh dan sarapan.
Hal yang menarik pagi itu adalah ketika matahari mulai beranjak naik, dari pos pemancar kami sudah disuguhi pemandangan matahari terbit ditambah awan-awan yang menakjubkan.
![]() |
| Matahari pagi di pos pertama |
Ketika matahari naik lagi, kami disuguhi hamparan kebun teh yang luas membentang. Puas menikmati keindahan itu tidak membuat kami lalai untuk mendaki puncak cikuray. Pukul 8.00 kami memulai pendakian.
| Pemandangan kebun teh |
Awal perjalanan kami harus melewati hamparan kebun teh, kemudian memasuki wilayah ladang warga. Disini, kalian bisa menemukan sebuah warung dan sumber air untuk mengisi persediaan. Melewati ladang, mata kembali dimajakan oleh padang rumput hijau (mirip savana laah). Selanjutnya memasuki wilayah hutan. Dalam 2 jam perjalanan kami sampai di pos 2. Kemudian kami sampai di pos 3 setelah 2 jam perjalanan lagi. Di pos 3, kami beristirahat, membuka persediaan makanan kami, dan melakukan sholat berjamaah. Bersyukur sekali pendakian ini bareng @AhadTrekMate, jadi pendakian bisa dinikmati dan gak lupa sama Sang Pencipta. Bukankan tujuan pendakian itu untuk mentafakuri kebesaranNya.
Sekitar pukul 12.30 perjalanan kami lanjutkan menuju pos 4, kami berpapasan dengan beberapa pendaki yang akan turun. Beberapa saat kemudian gerimis mulai turun, kami harus memakai ponco untuk melanjutkan perjalanan. Ini merupakan pengalaman pertama mendaki dalam keadaan hujan, untung hanya gerimis yang menghadang sehingga kondisi tanah tidak begitu licin. Perjalanan menuju pos 4 kami tempuh sekitar 30 menit. Perjalanan ke pos 5 kami tempuh sekitar 45 menit dan perjalanan ke pos 6 kami tempuh sekitar 1 jam. Di pos 6 kalian bisa menemukan tenda penjaga dan WC, walaupun seadanya tapi merupakan hal yang luar biasa bisa menemukan wc umum diatas sini. Usut punya usut katanya di pos 6 ini juga terdapat mata air, dan beberapa situs makam. Perjalanan pun kami lanjutkan sampai pukul 15.00, kemudian kami memutuskan untuk membuat tenda untuk bermalam.
| Personil pendakian |
Trek gunung cikuray ini mirip dengan trek gunung manglayang, versi panjangnya. Sejak awal pendakian jalan yang kami tempuh terus menanjak, hampir tidak ada bonus. Langkah yang berat untuk mendaki hatus disertai kewaspadaan karena banyak akar pohon. Walaupun kehujanan, namun peluh mengalir deras karena perjalanan yang luar biasa. Setelah mendirikan tenda, kami beristirahat, berganti dengan pakaian kering dan memasak untuk makan malam. Sambil memasak kami saling bercerita tentang banyak hal, seperti kata seorang teman kalau digunung itu tempat paling enak buat curhat, hahaha. Hal yang diceritakan pun beragam, dari kuliah, gebetan, kegalauan, pengalaman, organisasi, sampai isi hati, cieeee. Kalo dipikir-pikir aneh juga bisa cerita banyak hal dengan orang yang baru dikenal.
Pukul 20.00 kami beristirahat untuk persiapan summit attack ke puncak cikuray. Kami bangun jam 3.00 dini hari untuk persiapan bekal, dan berangkat pukul 4.00. Dinginnya pagi harus ditempuh, namun tak berlangsung lama karena setelah beberapa saat perjalanan, kami harus kembali berkeringat dengan irama jantung yang kencang. Selama perjalanan Teringat cerita bang hadiyan tentang korban-korban yang hilang atau meninggal dalam pendakian. Menembus kegelapan malam bebekal cahaya head lamp, aku kuatkan hati, mantapkan langkah sambil terus berdoa dalam hati. Pukul 5.00 kami sampai di puncak gunung cikuray 2821 mdpl. Namun sayang matahari nampaknya enggan menggeliat dari peraduannya. Sampai pukul 8.00 langit terus tertutup kabut, namun seperti perkataan seorang teman bahwa puncak hanyalah sebuah bonus, makna sebuah pendakian telah kita rasakan sepanjang pendakian.
| Puncak cikuray 2821 mdpl |
Pukul 8.00 kami turun menuju camp, masak untuk sarapan dan kegiatan wajib yaitu photo-photo hehehe. Setelah membereskan tenda, pukul 13.35 kami turun dan sampai ke pos pemancar pukul 17.00 WIB. Dalam perjalanan kami mampir untuk membeli oleh-oleh khas cilawu di toko milik seorang pengusaha dodol yang kami temui di puncak cikuray. Kami berbincang, dijamu dodol oleh beliau, dan di perbolehkan untuk shalat maghrib disana. Pukul 19.00 kami melanjutkan perjalanan, sampai di jatinangor pukul 21.00.
![]() |
| Borong oleh-oleh garut |
Bagi kalian yang ingin menuju ke cikuray menggunakan angkutan umum, kalian bisa menuju terminal guntur, garut kemudian melanjutkan ke pos pemancar menggunakan open cap dengan biaya 45.000 perorang (nunggu 15 orang dulu). Atau kalau kalian naik motor, kalian haruslah seorang yang lihai dalam mengendarainya, karena untuk mencapai pos pemancar medannya berbatu, menanjak, dan berbelok -_-
In frame : nafilah, dwi, kang becus, kang hadiyan
Thanks to : ahad trekmate yang udah nemenin pendakian kali ini



0 komentar:
Posting Komentar
silahkan pilih id sebelum berkomentar, usahakan jangan pake anonim yah ^^