Puree Mind

pure's mind content

Hai hai,  assalamualaikum..

       Postingan kali ini saya mau berbagi pengalaman untuk membuat pasport.
Jadi ceritanya beberapa bulan lalu temen saya ngajakin untuk main ke korea.  Kebetulan ada travel fair,  dia semangat banget untuk berburu tiket promo hehe,  akhirnya kita dapat tiket promo ke korea dengan harga tiket pp 4 jutaan udah include bagasi dan meal. Masalahnya saya belum punya pasport hehe,,  untung jadwal keberangkatannya masih lama.

       Awal-awal si nyantei,  soalnya jadwal keberangkatan masih lama. "Nanti aja satu ato dua bulan sebelum keberangkatan "pikirku,  toh prosesnya juga paling 1-2 minggu jadi. Pas iseng-iseng browsing cara bikin pasport,  persyaratannya juga cukup mudah.  Tapi,  perasaan nyantei berubah jadi agak was-was pas tau kalo dapet antrian online aja susahnya minta ampun.  "Duh,  gimana nih" pikirku.  Akhirnya saya putuskan buat urus pasport bulan ini juga,  siapa tau ada kendala tak terduga. Benar saja,  setelah baca berbagai artikel yang menyebutkan susahnya dapet antrian online  untuk urus pasport,  saya coba kunjungi situs resmi di www. Imigrasi.go.id/antrian dan benar saja selalu muncul kalimat "antrian penuh".

         Setelah berselancar dan cari info sana-sini akhirnya tanggal 25 Mei 2018 saya berhasil memproses pasport dengan jadwal pengambilan senin 2 minggu lagi.  Jadi berdasarkan pengalaman,  ini dia cara buat bikin pasport untuk kalian ingin membuat pasport di kantor imigrasi.

Karena banyaknya pemohon pasport,  untuk ketertiban antrian kantor imigrasi memberlakukan sistem antrian online.  Hanya kalian yang sudah mendapat antrian online yang bisa mengurus pembuatan pasport di kantor. 

1. Pertama yang harus kalian lakukan adalah mengunjungi website imigrasi di www.imigrasi.go.id/antrian atau bisa juga download aplikasinya di play store.

2. Kalian harus membuat akun terlebih dahulu,  kemudian ikuti link verifikasi yang di kirimkan ke email yang kalian daftarkan.  Kalo nggak ada di email utama, coba cek di folder spam.

3. Setelah mendapatkan kode verifikasi,  kalian bisa login ke website atau aplikasi dengan akun kalian.

4. Pilih kantor imigrasi tempat kalian akan membuat pasport. Nah setiap instansi punya jumlah maksimal yg bisa dilayanai jadi sering kali muncul kalimat "kuota penuh" itu artinya kuotanya memang sudah habis. Dari hasil ubek-ubek google saya dapat info kalau antrian online itu dibukanya seminggu sekali,  biasanya hari minggu jam 16.30. Nanti kalian tinggal pilih hari untuk mengurus pasport di kantor imigrasi pilihan kalian.

5. Setelah mendaftar online kalian akan mendapatkan  jadwal mengurus pasport berupa tanggal dan jam,  nomor antrian dengan kode barcode yang bisa kalian download. 

6. Pada hari dan jam yang di tentukan kalian datang ke kantor imigrasi dengan membawa persyaratan asli dan fotocopy pada kertas A4. Usahakan datang tepat waktu atau lebih baik lebih awal.

7. Oiyah saya lupa,  kemarin saya ngurus pasport di kantor imigrasi di jl.  Surapati. Pertama datang saya. Menulis semacam absen di meja petugas dekat pintu masuk.  Kemudian tunggu nama kalian fi panggil oleh petugas.

8. Katika nama kalian dipanggil,  selanjutnya kalian diarahkan ke meja verifikasi.  Disana kalian akan diminta kelengkapan pembuatan pasport berupa akte kelahiran/ ijasah,  kk,  dan KTP sertakan juga dokumen aslinya yah.
Setelah lolos verifikasi,  kalian akan di beri map dan formulir yang harus diisi dan sebuah surat pernyataan yang harus ditempel materai. (Kalo di kantor imigrasi surapati kalian bisa beli materai di koperasi yg terletak di belakang kantor imigrasi)

9. Kemudian kalian menuju ke meja antrian,  tunjukkan barcode hasil registrasi online pada petugas.  Kalian akan mendapat nomor antrian baru.

10. Tunggu nomor antrian kalian dipanggil oleh petugas.

11. Setelah nomor antrian kalian dipanggil,  kalian masuk ke loket yang telah di tentukan.  Serahkan berkas yang kalian bawa dan duduk dengan manis.  Petugas akan mengajukan beberapa pertanyaan untuk verifikasi data,  seperti nama,  tanggal lahir,  mau kemana,  untuk apa dan sama siapa.

12. Selanjutnya petugas akan meng-entri data kalian,  mengambil foto (jangan lupa lepas kacamata dan senyum yang manis), entri sidik jari.  Kemudian petugas akan memberikan semacam bon yang harus dibayar,  sekaligus bukti pengambilan pasport nantinya.

13. Kalian harus membayar biaya pembuatan pasport sejumlah Rp.  355.000. Pembayaran bisa dilakukan di bank,  atm atau mobile banking. Kalau saya melakukan pembayaran di gerai kantor pos di depan kantor imigrasi.

14. Selanjutnya kalian ambil pasport di hari yang telah di tentukan.

Sekian,  semoga bermanfaat.

Tulisan ini terinspirasi dari kajian ustadz Oemar mita, Lc 30 Maret 2018 lalu di masjid tsb nan megah. Masjid ini jadi saksi betapa banyak ummahat yang hadir untuk mengkaji ilmu supaya bisa menjadi muslimah yang lebih kaffah.

"Dunia dan seisinya adalah perhiasan,  Sebaik-baik perhiasan dunia adalah wanita solehah. " al hadist

"Pilar-pilar kebaikan atau keburukan suatu bangsa adalah baik atau buruk kaum wanita nya" ungkap beliau.

Jika bicara tentang wanita, kita akan teringat dengan sosok yang lembut dengan kekuatan yang tidak terduga yang menyimpan banyak misteri.  Percayalah kalian kaum adam akan butuh seumur hidup untuk menyelami dalamnya hati dan pemikiran wanita. Menyoal wanita,  baru-baru ini juga diperingati hari feminisme sedunia.  Dimana para wanita berbondong-bondong menuntut haknya untuk disetarakan dengan kaum pria.
Untuk persoalan ini ustadz oemar mita melempar sebuah kalimat yang cukup menyentil ego, bahwa " Tiada dzat yang paling sayang sama kaum wanita kecuali Allah SWT, jadi semua aturan yang dibuat untuk kaum wanita semata-mata adalah untuk menjaga kehormatan kaum wanita". Katakanlah berjilbab, banyak yang mengatakam wanita terenggut kebebasannya dengan berjilbab, tidak mampu menunjukkan kecantikannya. Tapi sungguh semua itu diperintahkan demi kebaikan wanita.

Bicara tentang muslimah,  wanita muslim.  Kita akan bicara tentang aturan-aturannya,  dan juga seberapa taat seorang wanita akan aturan itu.

Bicara tentang solihah,  kita akan dibawa menyelami kriteria seorang wanita bisa dibilang solihah menurut rasullullah SAW. Patuh; beriman kepada Allah; senantiasa bertaubat atas dosanya;  taat kepada Allah dan rasulnya; beribadah yang wajib dan sunnah;  serta berpuasa wajib dan sunnah.

Tapi, apakah menjadi wanita yang solehah saja sudah cukup?
Apakah sekedar solih sudah menjadi jaminan mendapat Ridho Allah SWT,  sudah jadi jaminan masuk ke surga?
Ternyata belum loh.

Kemudian beliau berkisah tentang sebuah negeri yang penuh dengan maksiat,  Allah SWT perintahkan malaikat adzab untuk mengadzab negeri tersebut.  Ketika malaikat adzab sampai di negeri tersebut dan akan menimpakan adzab dia melihat seorang hamba yang sedang khusu beribadah.  Malaikat tersebut kembali dan melaporkan kalau di negeri yg akan di adzab tersebut ada hamba yang khusu  beribadah.
Maka Allah berfirman,  jika kau lihat wajah hambaku itu merah karena menahan kemarahan atas kemaksiatan yang merajalela di negeri tersebut, jangan adzab negeri itu.  Tapi jika tidak kau temukan wajahnya merah karena kemarahan atas semua kemaksiatan di negeri tersebut,  adzablah negeri itu mulai dari hambaku yang sedang khusu beribadah. Ketika kembali ke negeri tersebut malaikat adzab tidak melihat sedikitpun kemarahan dalam hamba yang khusu beribadah,  maka negeri itu pun ditimpa adzab yang pedih dan yang paling pertama terkena adzabnya justru adalah hamba yang beriman.

Maka solih saja tidak cukup,  karena jadi tanggung jawab kita untuk senantiasa mengingatkan orang-orang di sekitar kita tentang kemungkaran dan kefasikan yang terjadi.  Itulah dakwah.
Tapi menurut saya,  suatu hal baik jika disampaikan dengan cara yang kurang baik akan menjadi hasil yang kurang baik juga. Maka jika dakwah itu hadir dari kepedulian kita terhadap saudara -saudara kita,  maka seharusnya disampaikan dengan cara yang ihsan.  Bukankan Rasulullah sebaik-baik contoh dalam berdakwah.  Beliau selalu menggunakan cara-cara yang baik.
Beliau marah dengan kemungkaran,  tapi beliau menggunakan cara-cara yang baik,  cara yang gentle sebagaimana seorang kesatria.

Jadi salihah saja belum cukup,  karena kita harus berkontribusi.  Berkontribusi untuk agama Allah SWT sesuai kadar dan kemampuan kita sebagai wanita.
Wallahu'alam

Halo Halo Hai...
Nama saya Purwanti, saya seorang apoteker. Event kelas inspirasi Bandung 6 ini adalah kali pertama saya mengikuti kelas inspirasi.
Ada rasa bersemangat, deg-degan dan agak takut materi yang saya sampaikan kurang maksimal. Penyampaian yang menarik jadi hal yang mutlak harus saya lakukan, karena profesi saya terbilang kurang populer juga di telinga masyarakat. Apoteker, apa yah masyarakat biasa menyebutnya??
Saya putuskan untuk membuat sebuah alat bantu ajar, dibuat dari buku gambar ukuran A3. Buku itu berisi beberapa gambar yang bisa menjelaskan tentang siapa itu apoteker.
Halaman pertama berisi gambar seorang anak yang sakit, karena bidang pekerjaan saya adalah kesehatan. Ku lempar pertanyaan tentang "siapa yang pernah sakit" mereka langsung bersemangat menceritakan kisah sakit mereka, dari sakit demam sampai pengalaman mereka di vaksin difteri beberapa hari sebelumnya.

Halaman kedua berisi gambar  macam-macam obat, ternyata mereka sudah mengenali bentuk itu. "Itu obat Bu guru " ujar seorang anak. Obat yang paling dikenal di kelas satu adalah sebuah merek obat demam dengan rasa jeruk, beda lagi untuk kelas 3 dan 4 mereka sudah tau parasetamol (ya,, obat penurun panas juga), kalo di kelas 6 mereka bahkan sudah mengenal istilah obat penurun panas, atau analgetik ( wah pintar-pintar ternyata mereka).

Selain mengenalkan tentang profesi apoteker, saya juga menyampaikan beberapa materi motivasi, agar mereka rajin belajar dan bersemangat meraih cita-citanya.
Selain mengisi materi, saya harus sering sering melakukan ice breaking karena fokus mereka hanya bertahan beberapa menit saja. Susah - susah gampang. Super salut untuk para pengajar, yang setiap hari bisa tenang menghadapi mereka.

Dari kelas inspirasi ini memberi saya pengalaman berinteraksi dengan anak-anak, dan belajar mengenali tingkah laku mereka.
Dari kelas inspirasi ini, saya mencicipi sedikit pengalaman para pengajar.
Dari kelas inspirasi ini, banyak inspirasi yang saya dapatkan, baik dari para guru, rekan relawan dan murid-murid yang polos itu.
"Berhenti mengeluh tidaklah cukup. Berkata-kata indah dengan penuh semangat juga tidak akan pernah cukup. Mari kita nyalakan lilin untuk Indonesia". ( Kelas inspirasi)

Semoga akan lebih banyak lagi pemuda Indonesia yang mau menyalakan lilin untuk Indonesia.





Dikala rasa mulai berkembang pesat, hampir berbunga. Tapi musim semi itu tak kunjung datang karena tertiup kenyataan bahwa kami hanya berteman. "Hanya teman".

Ah.. kukira aku istimewa, karena disisinya ku merasa nyaman, ku merasa jadi pribadi yang lebih baik, Atau mungkin aku lupa... Bukan jadi lebih baik, lebih tepatnya berusaha terlihat baik.

Ritme obrolan yg nyaman hanya obrolan kosong yang tak bermakna, tak ada visi misi kami kedepan, tak ada tujuan untuk sama-sama jadi hamba yg lebih bertakwa, tak ada cita-cita untuk terus bersama menuju Jannah-Nya.
Ah... Ternyata ini yang terlupa.

Bahwa seseorang yang sudah klop, belum tentu yang terbaik untuk jadi belahan jiwa, atau sandaran hati dalam mengarungi kehidupan ini.

Teringat kembali sebuah potongan ayat di surat Al Baqarah " boleh jadi kamu membenci sesuatu tapi hal itu baik untukmu, dan boleh jadi kamu mencintai sesuatu tapi hal itu buruk untukmu."
yang baik menurutmu belum tentu baik disisi Allah,  yang yang menurutmu buruk belum tentu buruk menurut Allah. 

Bisa jadi ini adalah baris - baris doa yang sering ku panjatkan. Aku meminta yang terbaik untukku dan kamu pergi, berarti kamu bukan yang terbaik untukku.

Wallahu'alam.

Bismillah,

Menyempurnakan separuh agama,  topik yang sedang ramai diperbincangkan,  juga topik yang sangat menjual untuk tema-tema seminar.  Entah sejak kapan,  seingat saya sejak bokming sebuah buku bertajuk "udah putusin aja. " yang saya rasakan muncul trend nikah muda. 

Sekarang pacaran tak lagi keren, yang keren itu pacaran sesudah nikah (biar makin romantis dan halal). Maka kaum muda berbondong-bondong menghalalkan dambaan hatinya. 
Berbedalah dengan diriku yang memang nggak punya pacar,  a.k.a singlelillah.  Menyempurnakan separuh agama,  baru jadi sebuah wacana.

Beberapa cv ta'aruf sempat dilayangkan ke beberapa tempat,  tapi tak kunjung ada panggilan 
wawancara (hehe...  Udah kaya lamaran kerja aja). 

Tapi beberapa hari kemarin saya sadar,  Menyempurnakan separuh agama mungkin istilah untuk orang-orang yg sudah punya modal separuhnya.  Mana mungkin beristilah 'menyempurnakan' separuhnya bila yg separuhnya lagi belum ada.  Maka,  saya kembali bertanya pada diri saya,  bagaimana ya keadaan separuh agama saya?  Sudah adakah,  sudah baik kah,  hingga hanya perlu disempurnakan yg separuhnya lagi. Jangan - jangan modalnya saja belum ada. 

Istilah menyempurnakan bisa disebut finishing mungkin,  hanya dilakukan pada suatu hal yang sudah ada,  di proses dan tinggal disempurnakan saja.  Maka,  momen sendiri ini akhirnya harus banyak dipakai untuk berkaca.  Berkaca tentang bagaimana keadaan separuh agama yg saya punya.  Sudahkah waktunya disempurnakan,  atau masih ada yang harus diperbaiki,  atau justru harus mulai dibangun dari nol.

"Wakholaqna kum azwaja - telah Kuciptakan kalian berpasang-pasangan". janji Allah itu pasti, maka dia pasti datang untuk menyempurnakan separuh agamaku,  jika sudah saatnya.

Dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu,  ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
إِذَا تَزَوَّجَ العَبْدُ فَقَدْ كَمَّلَ نَصْفَ الدِّيْنِ ، فَلْيَتَّقِ اللهَ فِي النِّصْفِ البَاقِي
Jika seseorang menikah, maka ia telah menyempurnakan separuh agamanya. Karenanya, bertakwalah pada Allah pada separuh yang lainnya.” (HR. Al Baihaqi dalam Syu’abul Iman. Dishahihkan oleh Syaikh Al Albani dalam As Silsilah Ash Shahihah no. 625)

Pun seseorang yang telah berhasil menyempurnakan separuh agamanya dengan menikah harus berusaha bertakwa pada yang separuhnya lagi. Maka jika belum tiba waktunya menyempurnakan separuh agama dengan menikah, kita bisa lebih dulu bertakwa pada yang separuhnya.

Wallahu'alam.

About this blog

Pages

yang udah intip blog ini

Diberdayakan oleh Blogger.

Followers

About Me

Foto Saya
purwanti
Fresh graduate apoteker yang sedang berjuang untuk istiqomah, bercita-cita masuk surga, masih berjuang jadi manusia yang berguna dan selalu lebih baik dari hari kemarin, senang mencoba hal baru.kegiatan ngeblog sebagai sarana berbagi ilmu juga sebagai sarana belajar .suka membaca dan cinta indonesia ^^
Lihat profil lengkapku

kontak

Cari Blog Ini