Puree Mind

pure's mind content

     Pembawaanya yang tenang dan tak banyak bicara membuat benakku penuh tanya tentangnya. Sesekali dia tertawa ketika bercakap dengan teman-temannya, celetukan khas pun kadang meluncur dari mulutnya dan membuat teman-temannya tertawa lagi. Aku tertarik menyelami hatinya, menyelami sikapnya.. Ah tapi apalah daya, dekat dengannya pun aku tak bisa. Setiap hari hanya bisa menatapnya dalam diam, dan ikut tersenyum ketika dia bahagia.
                                        ---
   

     Malu, itu hal pertama yang terpikirkan ketika seorang teman berkisah masa-masa kecilnya. Dia begitu tegar karena tempaan hidupnya, tanpa kehilangan sedikitpun rasa syukurnya. Kubayangkan di usia yang sama dengannya, yang ada di benakku hanyalah keegoisan dan kemanjaan yang kekanakan.

"Puncak hanyalah bonus, tujuan kita naik gunung adalah pulang dengan selamat."
       Sebuah kalimat yang aku kenal, dan pahami sejak mulai suka dengan kegiatan mendaki. Kalau dipikir- pikir dengan pemikiran egois sih,, ngapain jauh- jauh, cape - cape naik gunung kalo gak bisa sampe puncak. Puncak memang tempat yang diburu banyak orang, selain keindahan pemandangannya, juga kebanggaan karena sudah sampai di puncak tidak ternilai harganya. Kebanggan menaklukan puncak juga kadang membuat orang sombong dan lupa diri, bahwa dirinya masih berpijak di bumi sang Maha Kuasa. Perjalanan ke puncak dengan perasaan sombong dan angkuh untuk menaklukan puncak akan menjadi perjalanan yang merusak, bukannya penuh makna. Sampah yang berserakan, vandalisme, bahkan kebakaran hutan bisa jadi hasil dari perjalanan semacam ini.

     Ini adalah kali pertama saya ditilang polisi. Gini ceritanya, tanggal 15 Agustus

kemarin saya berniat meminjam kompor untuk keperluan pendakian. Tempat peminjaman tersebut berada di daerah jl. Cikutra. Karena terlalu fokus pada syarat peminjaman alat, saya jadi lupa bawa sim dan stnk (hehe). Muka innocent udah nempel (emang dasar muka lugu sih hohoho), tapi tetep aja di stop sama pa polisi yang lagi razia. Pas udah di stop baru sadar kalo gak bawa sim dan stnk, jadilah insiden penilangan itu. Pa polisi menjelaskan pelanggaran yang saya lakukan dan pasal-pasalnya, kemudian beliau membuat surat tilang berwarna merah. Saya bertanya, ini urusnya gimana pak, katanya bisa di urus di polrestabes di jl. Jawa, atau kalau saya pak polisi masih ada ditempat bisa langsung ke pak polisi. Kemudian saya bertanya perihal biaya yg harus saya bayar, kata beliau tergantung kesalahannya, kemungkinan 250 ribuan. Tadinya motor saya ditahan, tapi ternyata bisa tukar barang bukti. Jadi stnk yang ditahan, dan motor bisa dibawa pulang.

About this blog

Pages

yang udah intip blog ini

Diberdayakan oleh Blogger.

Followers

About Me

Foto Saya
purwanti
Fresh graduate apoteker yang sedang berjuang untuk istiqomah, bercita-cita masuk surga, masih berjuang jadi manusia yang berguna dan selalu lebih baik dari hari kemarin, senang mencoba hal baru.kegiatan ngeblog sebagai sarana berbagi ilmu juga sebagai sarana belajar .suka membaca dan cinta indonesia ^^
Lihat profil lengkapku

kontak

Cari Blog Ini