Pembawaanya yang tenang dan tak banyak bicara membuat benakku penuh tanya tentangnya. Sesekali dia tertawa ketika bercakap dengan teman-temannya, celetukan khas pun kadang meluncur dari mulutnya dan membuat teman-temannya tertawa lagi. Aku tertarik menyelami hatinya, menyelami sikapnya.. Ah tapi apalah daya, dekat dengannya pun aku tak bisa. Setiap hari hanya bisa menatapnya dalam diam, dan ikut tersenyum ketika dia bahagia.
---
Pagi ini suasana terasa berbeda, ada gerakan mencurigakan di sudut
laboratorium praktek resep. Tingkah mereka terlalu aneh dihari sepagi ini. Benarlah, mereka pasti punya rencana di hari ulang tahunku yang ke 17. Biasanya si siraman air dengan tepung dan telur yang menjadi ritual mereka, hmmm aku berusaha keras memutar otak untuk menghindarinya. "Uhuk.. Uhuk.." aku berusaha mengeluarkan suara batuk dan terlihat sesakit mungkin. "Kamu kenapa? Tanya seorang temanku khawatir, " ini.. Aku gak enak badan" ucapku. " oh gak enak badan ya, udah minum obat belum" tanyanya terlihat khawatir. Ada senyum licik di benakku, nampaknya usahaku ini berhasil. " belum.. Uhuk..uhuk " jawabku.
Saat kelas kimia, yang diajar oleh wali kelas kami, beliau tiba-tiba menyebut namaku dan ulang tahunku yang ke 17. Senyum haru meluncur dari bibirku, dan mereka menyanyikan lagu ulang tahun layaknya anak-anak. Mataku bertemu dengan matanya, dan dia terlihat memberi isyarat dengan bibirnya tanpa suara "selamat ulang tahun" yang kubaca. Entah bunga apa namanya, tapi mereka merebak dengan seketika itu juga di hatiku, indah.
---
Hari ini kelulusan, dan kesempatan terakhirku melihatnya. Kuberanikan diri meminta foto bersama dengannya, "nanti aja deh, lagi gak kobe" katanya. Detik berikutnya dia sedang asik berfoto bersama dengan siswi lain "hmm,, penolakan halus ternyata" ada senyum kecewa, tapi rasa penasaranku padanya makin besar saja.
---
3 tahun sejak kelulusan kami, acara tahun baru menjadi alasan kami berkumpul kali ini. Sebuah acara sederhana di rumah seorang teman masa smfku. Cukup banyak yang hadir, namun aku tak terlalu akrab dengan mereka. Ditengah rasa canggung, sudut mataku menangkap sosok yang begitu kukenal. Itu dia, tak banyak berubah dan masih dengan rasa asing yang sama ketika berinteraksi denganku. Hari itu kuputuskan untuk berhenti memikirkannya, tahun baru ini akan kumulai tanpa mengingat lagi namanya. Setelah itu semua berjalan biasa, pertemuan demi pertemuan dengannya kuanggap biasa saja.
---
Semua sudah berjalan biasa, namun takdir nampaknya masih gatal untuk mengusik kami berdua. Karena sebuah kebetulan, dia berkenalan dengan rekan kerjaku sekarang. Komunikasi yang tak pernah ada pun terjalin dengannya, sedikit demi sedikit. Dia sungguh berbeda ketika bertemu di dunia maya. Sedikit kedekatan terjalin, kedekatan yang sangat terlambat namun mengobati sedikit rasa penasaranku padanya. Tanpa kuduga, kami bertemu lagi di sebuah komunitas sosial yang kuikuti. Kami berteman dan dia bisa tertawa di depanku, sebuah tawa yang dulu hanya bisa kulihat dari jauh saja. Kami bercakap dan kadang bercanda, meski diam masih mendominasi dia. Saat ini rasanya sebuah lagu berdengung di telingaku " kau curi lagi, hatiku yang tlah terbiasa tanpa dirimu... " lagu itu seakan menggema dengan nada menggoda. Ahh.. Entahlah, tapi kali ini takkan semudah itu. Aku sudah cukup dewasa untuk tak terbawa rasa penasaran yang menyiksa. Ah masa muda yang penuh dengan kenangan. Namun masa depan masih menunggu, menunggu dengan segala kejutannya. Entah siapa yang akan kutemui di ujung jalan ini, diakah? Atau mungkin orang lain. Wallohu'alam.
Diposting oleh
purwanti

0 komentar:
Posting Komentar
silahkan pilih id sebelum berkomentar, usahakan jangan pake anonim yah ^^