Puree Mind

pure's mind content

     Malu, itu hal pertama yang terpikirkan ketika seorang teman berkisah masa-masa kecilnya. Dia begitu tegar karena tempaan hidupnya, tanpa kehilangan sedikitpun rasa syukurnya. Kubayangkan di usia yang sama dengannya, yang ada di benakku hanyalah keegoisan dan kemanjaan yang kekanakan.



     Beberapa tahun kebelakang, saya sempat dilanda krisis jati diri sehingga yang ada di hati ini didominasi hal negatif. Keadaan saat itu sungguh menghawatirkan, sampai merasa saya lah orang yang paling menderita. Dunia yang pernuh warna hanya terlihat seperti TV tahun 80an, hitam putih atau abu. Adakah warna di dunia yang salah ataukah mataku yang lelah sehingga salah menafsirkan warna??
     Lama bertanya-tanya ada apa gerangan dengan hati yang hampa, apa yang salah dengan hidup yang dijalani. Hingga akhirnya muncul azzam dihati "keadaan seperti ini harus diakhiri, saya ingin jadi orang yang lebih baik lagi". Sejak azzam itu dikumandangkan, perlahan Allah tunjukkan jalannya. Sampai akhirnya saya mengerti alasan kehampaan yang saya alami masa itu. Ternyata karena kurangnya rasa syukur pada sang Maha pencipta. Bila dihati tak ada syukur maka kehampaan, kegelisahan, dan kemarahan yang akan meraja. Ternyata bila hati dipenuhi rasa syukur, dan berserah pada Allah sesungguhnya pertolongan Allah itu nyata. Allah berfirman "U'duni astajiblakum" yang artinya "berdoalah, maka akan kuperkenankan" hal itu yang akan bekerja.
     Hikmah selanjutnya, bahwa setiap manusia terlahir dengan bebannya masing-masing. Jangan sekali - sekali membandingkan beban kita dengan beban yang dipikul orang lain, apa lagi mengira-ngira berat beban orang lain. Kadang kita merasa beban kita sudah yang paling berat, dan mengira beban orang lain tak ada seberapa. Bisa jadi beban orang lain lebih berat, tapi kekuatannya menahan beban itu lebih baik. Bisa jadi kitanya saja yang belum terlatih membawa beban berat, atau larena terlalu banyak mengeluh. Tidak apa, nanti juga terbiasa dan karena Allah juga tidak akan memberi cobaan diluar batas kesanggupan umatnya maka bertawakal kepada Allah. Wallohu'alam.

0 komentar:

Posting Komentar

silahkan pilih id sebelum berkomentar, usahakan jangan pake anonim yah ^^

About this blog

Pages

yang udah intip blog ini

Diberdayakan oleh Blogger.

Followers

About Me

Foto Saya
purwanti
Fresh graduate apoteker yang sedang berjuang untuk istiqomah, bercita-cita masuk surga, masih berjuang jadi manusia yang berguna dan selalu lebih baik dari hari kemarin, senang mencoba hal baru.kegiatan ngeblog sebagai sarana berbagi ilmu juga sebagai sarana belajar .suka membaca dan cinta indonesia ^^
Lihat profil lengkapku

kontak

Cari Blog Ini