Puree Mind

pure's mind content

     Bismillah, minggu yang cerah.
Hari minggu, harinya olahraga. Seperti biasa tempat yang kutuju adalah GOR Saparua di bilangan jl.ambon. Setelah beberapa putaran jogging, lumayan buat mengurangi beberapa gram lemak dalam tubuh. Sambil istirahat di samping arena jogging, mataku menyapu satu persatu kegiatan yang ada disana. Ada satu kegiatan yang sangat menarik, sehingga pandanganku terpaku pada mereka. Dua orang sedang asik beraksi di arena latihan parkour, seorang ayah dan putranya yang masih mungil. Bocah cilik itu terlihat asik memanjat balok-balok untuk latihan parkour, meski kesulitan namun senyum selalu mengembang di wajahnya. Tidak sedikitpun rasa takut tergambar di matanya, dengan cakap dia naik, lompat, bahkan melakukan salto.

     4 bulan kebelakang aku baru menyelesaikan PKPA, praktik kerja profesi apoteker. 4 bulang yang menyenangkan, dengan dengan teman baru, tempat baru dan banyak ilmu baru. Kegiatan ini dilakykan untuk mempersiapkan calon apoteker untuk terjun ke dunia kerja. Kenyataannya, bukan hanya pengalaman kerja, tapi banyak pelajaran hidup yang bisa dipetik dari kegiatan ini.
    Sabar, berpikiran positif dan berhenti mengeluh. 4 bulan berjalan lancar, dan mulailah 2 minggu deadline laporan yang terlewati begitu saja. Disini benar benar belajar perjuangan dengan ngejar dospem, belajar sabar nunggu, belajar nelen kecewa kalo gak dapet tanda tangan hehehe.
      Pelajaran paling asik yang aku mengerti dari semua proses ini adalah bahwa manusia hanya bisa berencana, tapi Tuhan yang menentukan. Seberapapun bagus rencana, seberapapun baik persiapan, segimanapun pengen ngebut, tapi kalau Allah bilang belum waktunya maka kita harus terima. Akhirnya yang bisa kita lakukan hanya nikmati prosesnya. Tidak ada satu kesulitanpun yang bisa mengikuti kita kecuali atas kehendak Allah.
   
 


      26 tahun yang lalu, mungkin seluruh keluargaku sedang berbahagia dengan kelahiranku. Seorang putri pertama.
Dan hari ini peringatan hari lahir yang spesial banget. Pagi-pagi babeh aku ngucapin selamat ulang tahun, sambil ngelus kepala aku. Semua doa dan harapan baik beliau panjatkan buatku. Mamah tiba tiba datang bawa nasi kuning. Hari ini juga kebetulan ada event reksa di saung aos. Hari lahir aku peringati dengan orang - orang super spesial, orang-orang yg senantiasa ada di deket aku.
     Di saung aos, aku di todong ngasih materi (jadi weh materi seadanya), tapi lumayan lah. Walaupun masih awkward di depan anak-anak, tapi yaaahh lumayan lah. Lanjut games dan makan-makan. Alhamdulillah mudah-mudahan sisa usia aku lebih barokah lagi, aamiin.

      Momen peringatan hari lahir buat aku pribadi adalah momen buat merenung, dan menyukuri semua nikmat yang sudah aku dapatkan. Momen buat menata dan merencanakan pencapaian dimasa yang akan datang. Momen untuk mentafakuri waktu yang terlewati, apakah banyak dipakai untuk kebaikan ataukah keburukan. Momen untuk menyusun strategi mewujudkan cita yang belum terlaksana.
Ya Allah terimakasih untuk hidup yang luar biasa
Menjadikanku manusia pilihan untuk menjalani hidup ini
Kuatkanlah hamba untuk terus bergerak di jalanmu
Ya Allah terimakasih untuk orang-orang disekitar hamba
Yang menyayangi dan mengingatkan hamba padaMu
Pertemukanlah kami kembali di surgaMu
Ya Allah, hamba adalah makhluk lemah
Yang mudah terombang ambing di duniaMu yang fana
Tuntunlah hamba selalu di jalan yang engkau betkahi
Ya Allah berkatilah sisa hidup hamba
Agar hamba bisa memaknai kehidupan yg engkau berikan
Agar hamba bisa gunakan waktuMu untuk hal yang Engkau ridhai
Aamiin



31 jan 2016

     Pembawaanya yang tenang dan tak banyak bicara membuat benakku penuh tanya tentangnya. Sesekali dia tertawa ketika bercakap dengan teman-temannya, celetukan khas pun kadang meluncur dari mulutnya dan membuat teman-temannya tertawa lagi. Aku tertarik menyelami hatinya, menyelami sikapnya.. Ah tapi apalah daya, dekat dengannya pun aku tak bisa. Setiap hari hanya bisa menatapnya dalam diam, dan ikut tersenyum ketika dia bahagia.
                                        ---
   

     Malu, itu hal pertama yang terpikirkan ketika seorang teman berkisah masa-masa kecilnya. Dia begitu tegar karena tempaan hidupnya, tanpa kehilangan sedikitpun rasa syukurnya. Kubayangkan di usia yang sama dengannya, yang ada di benakku hanyalah keegoisan dan kemanjaan yang kekanakan.

"Puncak hanyalah bonus, tujuan kita naik gunung adalah pulang dengan selamat."
       Sebuah kalimat yang aku kenal, dan pahami sejak mulai suka dengan kegiatan mendaki. Kalau dipikir- pikir dengan pemikiran egois sih,, ngapain jauh- jauh, cape - cape naik gunung kalo gak bisa sampe puncak. Puncak memang tempat yang diburu banyak orang, selain keindahan pemandangannya, juga kebanggaan karena sudah sampai di puncak tidak ternilai harganya. Kebanggan menaklukan puncak juga kadang membuat orang sombong dan lupa diri, bahwa dirinya masih berpijak di bumi sang Maha Kuasa. Perjalanan ke puncak dengan perasaan sombong dan angkuh untuk menaklukan puncak akan menjadi perjalanan yang merusak, bukannya penuh makna. Sampah yang berserakan, vandalisme, bahkan kebakaran hutan bisa jadi hasil dari perjalanan semacam ini.

     Ini adalah kali pertama saya ditilang polisi. Gini ceritanya, tanggal 15 Agustus

kemarin saya berniat meminjam kompor untuk keperluan pendakian. Tempat peminjaman tersebut berada di daerah jl. Cikutra. Karena terlalu fokus pada syarat peminjaman alat, saya jadi lupa bawa sim dan stnk (hehe). Muka innocent udah nempel (emang dasar muka lugu sih hohoho), tapi tetep aja di stop sama pa polisi yang lagi razia. Pas udah di stop baru sadar kalo gak bawa sim dan stnk, jadilah insiden penilangan itu. Pa polisi menjelaskan pelanggaran yang saya lakukan dan pasal-pasalnya, kemudian beliau membuat surat tilang berwarna merah. Saya bertanya, ini urusnya gimana pak, katanya bisa di urus di polrestabes di jl. Jawa, atau kalau saya pak polisi masih ada ditempat bisa langsung ke pak polisi. Kemudian saya bertanya perihal biaya yg harus saya bayar, kata beliau tergantung kesalahannya, kemungkinan 250 ribuan. Tadinya motor saya ditahan, tapi ternyata bisa tukar barang bukti. Jadi stnk yang ditahan, dan motor bisa dibawa pulang.

About this blog

Pages

yang udah intip blog ini

Diberdayakan oleh Blogger.

Followers

About Me

Foto Saya
purwanti
Fresh graduate apoteker yang sedang berjuang untuk istiqomah, bercita-cita masuk surga, masih berjuang jadi manusia yang berguna dan selalu lebih baik dari hari kemarin, senang mencoba hal baru.kegiatan ngeblog sebagai sarana berbagi ilmu juga sebagai sarana belajar .suka membaca dan cinta indonesia ^^
Lihat profil lengkapku

kontak

Cari Blog Ini